Menjemput Matahari di Atas “Wedi” Tengger
Tour Pariwisata Bromo Sunrise, Kaldera Bromo, Lautan Pasir Bromo
Deru suara knalpot puluhan “jeep” saling ber- sahutan dan susul menyusul melalui jalan tanjakan Ngadas, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur,sekitar pukul 03.00 Wib. Warga lokal dengan “jeep- jeep” itu mengantar para wisatawan itu melaju mengejar sebelum terbitnya matahari.

Beberapa mereka mengantar wisatawan dengan membonceng motor trail menyusuri laut pasir menuju poin-poin menikmati rona “sunrise” Bromo Tengger Semeru. Seperti di poin Penanjakan 1, puluhan wisatawan lokal maupun mancanegara mengisi tempat duduk yang disediakan bak teater yang mampu secara luas melihat rona terbitnya matahari serta bentangan tiga gunung.

Ramai suasana dini hari itu dan hampir menjadi pemandangan setiap harı, terutama hari Sabtu dan Minggu Wisatawan bisa saling berdesakan di area teater untuk berebut mengabadikan pesona “sunrise”.
Keramaian itu, sebenarnya tak hanya ada di Penanjakan 1 Beberapa poin dapat menjadi alternatif menanti matahari terbit dari jalur empat kabupaten (Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang), seperti di Bukit Cinta, jalur Jemplang via Malang, jalur tengah hutan Bromo via Lumajang Para operator wisata, “jeep” dan trail biasanya akan menawarkan pilihan jalurnya. Dan, percayalah, semua poin, pesonanya sama indah nya dan menakjubkan.
Usai menikmati pesona tiga gunung di pagı hari, mereka pun kembali menumpang “jeep” maupun til untuk melanjutkan perjalanan menyusun pemandangan sekitar Kaldera Tengger, seperti padang hijau Bukit Teletabıs, lautan pasır, serta menaiki tangga menuju puncak Gunung Bromo Sejumlah kedai-kedai berjajar menawarkan lagi ke- hangatan melalui secangkir kopi maupun se mangkuk bakso kuah panas Anda pun bisa bersantai menunggang kuda-kuda yang di pandu warga lokal berkeliling laut pasir.
Kawasan ini masuk sebagai Taman Nasıonal Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang ditetapkan melalui Kementerian Kehutanan, di tahun 2005 Keindahan kawasan ini serta uniknya laut “wedi” (pasır) Tengger ma sih menjadi destinası unggulan Indonesia Begitu pula kebanggaan bagi Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Malang dan Lumajang Badan Pusat Statistik (BPS) Probolinggo, misalnya mencatat naiknya kunjungan turis lokal dari tahun ke tahun Tahun 2020, data mencatat 128.020 orang dan naik dari tahun 2013 sebanyak 64.294 orang.
Namun sempat juga mengalami penurunan jumlah pengunjung pada moment- moment tertentu. misal oada covid 2019 pada tahun 2020.Saat ini juga tepatnya akhir tahun 2025 karena ada kebijakan kenaikan tiket.
Selamat menjemput pesona “sunrise” di atas lautan “wedi”.
